Buku ini mengajarkan kita untuk menjadi anak disiplin, menaati aturan dan melakukan kegiatan sehari-hari sesuai waktu dan aturannya.
Buku ini membiasakan kita untuk selalu berkata jujur.
Buku ini memberikan gambaran sederhana pada anak dalam menumbuhkan disiplin dalam keseharian. Substans kedisiplinan dicerminkan dalam pelaksanaan jadwal kegiatan anak.
Buku ini memposisikan diri sebagai bahan bacaan yang menyarikan contoh-contoh sikap jujur yang dekat dengan kehidupan anak.
Buku ini mengajarkan kita untuk dapat selalu menjaga amanah kepada orang lain.
Jadilah pemaaf cilik. Maafkanlah kesalahan orang lain dengan hati lapang dan ikhlas. Kamu dpaat belajar dari kisah teman-temanmu dalam buku ini. Mintalah orang tua atau guru untuk menemanimu membaca, ya. Jika ada hal yang belum kamu mengerti, kamu dapat bertanya kepada mereka.
Anisa anak orang kaya, tetapi ia anak yang sombong. Anisa selalu memamerkan semua barang miliknya kepada teman-temannya, seperti boneka-boneka kesayangannya. Sifat sombong merupakan penyakit hati yang palng berbahaya. Mengapa demikian, ya? Lalu, apa akibat yang diterima Anisa atas sifat sombongnya?
Sahabat tak selalu tinggal di dekatmu loh! Sahabat dapat pula berasal dari tempat yang jauh. Namanya sahabat pena. Bersahabat melalui berkirim surat. Seperti persahabatan Imas an Cut Muti. Bagaimana serunya punya sahabat pena
Siapakah yang melahirkanmu ke dunia? Ibulah yang telah mengandung dan melahirkan kamu ke dunia. Ibu juga merawat dan menyayangi kamu sepenuh hati. Setiap ahri ibu mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga tanpa mengeluh. Jasa Ibu sungguh besar, ya! Karenanya, kita harus menyayangi Ibu dan berterima kasih kepadanya. Seperti yang dilakukan Ida dalam kisahnya di buku ini. Ayo, kita simak bersama!
Apakah kamu punya adik? Bagaimana sikapmu kepada adik? Adik harus dijaga dan disayangi. Kamu tidak boleh iri terhadap adikmu, ya? Ayah dan ibu sayang kepada kalian. Rasa sayangnya sama besar. Yuk, baca kisah Cika dalam buku ini.